PENGERUKAN BUKIT DIHENTIKAN PAKSA
PENGERUKAN BUKIT DIHENTIKAN PAKSA

By Awaliah Djamal 29 Mei 2019, 10:18:25 WIB Seputar Berita DPRD
PENGERUKAN BUKIT DIHENTIKAN PAKSA

Parepare, Kamis, 16 Mei 2019

 

Panitia Khusus (Pansus) LKPj Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare melakukan pemeriksaan hasil laporan warga soal aktivitas tambang (pengerukan) bukit dibelakang Pasar Induk Beras (PIB) Bulog, Rabu, 15 Mei 2019.

Selain Anggota Pansus LKPj, pemeriksaan ini dihadiri Staf Dinas Lingkungan Hidup. Hasilnya, Pansus menemukan bukit yang dikeruk tanpa mengantongi izin. Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, M. Si, mengatakan, hal ini sudaj menyalahi aturan, karena kegiatan pengerukan tidak memiliki izin dari Pemerintah Kota, sehingga dinyatakan ilegal. Makanya, aktovitas dihentikan paksa. Saya tidak mau tahu, harus ditindak tegas. Ini dampak lingkungannya sangat berbahaya, apalagi tidak ada izinnya, jelasnya di lokasi kunjungan kemarin.

Menurut Ketua DPRD, Bapak Ir. Kaharuddin Kadir, M. Si, aktivitas ilegal ini tidak hanya dampak lingkungan yang akan timbul dari pengerukan, tetapi sudah berindikasi pidana.

Hentikan aktivitas disini, saya harap Dinas Lingkungan Hidup memberikan tindakan dengan menghentikan dan memberikan garis disekitar area ini. Kalau  perlu laporkan ke Pihak Kepolisian, ujar legislator Golkar yang kembali terpilih menjadi Anggota DPRD Parepare ini.

Sementara itu, salah seorang sopir alat berat atau mobil pengeruk, Amin mengaku, dirinya hanya disuruh untuk meratakan sekitar area untuk pembangunan pesantren.

Saya belum setahun kerja disini Pak, disuruh untuk meratakan didaerah diatas. Sedangkan yang bagian bawah saya kurang tahu siapa yang keruk, mungkin pekerja lama, tambahnya.

Amin menurutkan, setiap harinya dirinya mengangkut sepuluh truk dari pagi sampai sore dari hasil pengerukan dan perataan tersebut. Katanya mau dibangun pesantren , saya juga tidak dibayar, tapi hasil pengerukannya saya ambil, ungkap Amin.

Atas pengakuan tersebut, Kadis Dinas Lingkungan Hidup, Samsuddin Taha, tidak mengizinkan hal tersebut dilakukan, karena menurutnya, segala sumber dari alamjika dikeluarkan dan diperjualbelikan, harus memiliki izin.

Jadi mulai hari ini, hentikan aktivitas disini, harus dikaji dulu, nanti kita tetapkan apakah dibolehkan atau tidak, kata Bapak Samsuddin Taha.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment